Monday, April 14, 2008

Senyap

Tak seperti biasanya
ruang ini menjadi senyap
yang ada hanya aku dan derai daun yang tehempas angin
serta detik detik waktu yang tetap berhitung

Tak seperti biasanya
kursi di depanku itu kosong
tak ada mata yang memandang
atau senyum yang menyapa
yang ada hanya aku dan angin.

Menit demi menit aku lalui,
menanti dan menanti
hingga senja tenggelam
kursi didepanku tak kunjung isi

Senyap
hanya aku dan angin.
menanti dan menanti.
dan tak akan ada yang lain

Dalam senyap
kulantunkan lagu hati yang tak sempurna
menari dalam kaku gerak tubuh
kubiarkan tangan menuntun sebatang arang
menggores diatas putih kertas

Tercipta dalam senyap,
sebatang pohon bambu dengan bulan penuh
kisah sepi si rumpun bambu dalam kelam malam
yang sesekali berderai oleh angin
hantarkan kisahnya ke telinga seorang wanita
yang duduk sediri ditepi jendela memandang bulan.

Aku rindu akan senyap ini,
ketika bibir tak perlu bersuara
mata tak pelu melihat
dan telinga tak perlu mendengar
biarkan senyap antarkan naluri
bertemu titik hati yang lain
tanpa perlu berbisik atau menyentuh
hanya perlu memejamkan mata dan senyap.


D.purnami
11 April 2008

4 comments:

Patrick said...
This comment has been removed by the author.
Akinogal said...

Attention! See Please Here

Webcam said...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Webcam, I hope you enjoy. The address is http://webcam-brasil.blogspot.com. A hug.

Nenos said...

See Please Here