jeda sesaat
waktu tak sama
tak terlihat mata
tak tersentuh
tak yakin
kata tak beri arti
laku tak mampu tunjukkan
diam..
sendiri..
hanya berbisik
pada jiwa
Jangan ragukan aku.
15 Juni 2007
Percintaan Rahasia Dengan Semesta; mencari jalan sunyi ke dalam diri.
jeda sesaat
waktu tak sama
tak terlihat mata
tak tersentuh
tak yakin
kata tak beri arti
laku tak mampu tunjukkan
diam..
sendiri..
hanya berbisik
pada jiwa
Jangan ragukan aku.
Bagai sebuah perjalanan kisah panjang kehidupan,
pencarian dalam tanya.
hingga sampai pada sebuah titik waktu
ada kamu dan aku
dipertemukan oleh waktu.
berdua,
diberi kesempatan tuk berbagi
mengukir cerita baru tentang cinta.
menoreh kenangan penuh makna
tuk diresapi dalam hati
Bersamamu,
mengarungi kesederhanaan pemaknaan cinta.
mengemban cinta dengan arif
menyayangi tanpa ada yang terluka
kau telah sentuh satu rasa
yang hanya kubagi denganmu
***d.purnami
13 Juni 2007
Aku wanita,
yang akan dengan senang hati
menyeduhkan secangkir kopi
untuk kekasih hati
Dalam secangkir kopimu
gula adalah senyuman termanisku
kopi adalah semangatku
panasnya air adalah kehangatanku
Kuramu dengan keintiman rasa
reguklah
alirkan ke dalam darah
Agar aku ada dalam tubuhmu
*** d.purnami
Ubud, 3 Juni 2007.
Mentari menyapa
Pancarkan hangat cahaya
Menelisik lewat celah jendela
Senyumku untukmu
---------Aku dan Angin
Angin berhembus tenang
Menerbangkan sisa daun kering
Memberi sejuk di hati
padanya pula kutitipakan satu pelukan
--------Aku dan burung
Sebuah pagi yang indah
Burungpun berkicau merdu
Terbang rendah menjejak pertiwi
Saling menyapa
Padanya kutitipkan juga nyanyian hati
Pada suatu pagi yang tenang
Yang ingin kunikmati bersamamu.
***d.purnamiaku tak cukup kuat
untuk mengejar
satu titik cahaya
yang ingin kugapai
lorong gelap itu
terlalu panjang
berliku
tak ada arah
tak ada petunjuk
aku lelah
ingin istirahat sejenak
merenungi
perjalanan panjang
aku merindukan
tarian jiwa
nyanyian hati
aku merindukan
adanya diriku
seutuhnya
28 Mei 2007
duduk diantara kursi kosong
menjadi saksi jatuhnya senja
menikmati semilir angin
hampir dua jam
berceloteh tentang hal yang terlintas di benak
menertawakan kekonyolan hidup
memberi hangat suasana dalam keakraban
menyeruput kopi yang mengepul
mengisap dalam rokok kretek
dan mereguk anggur merah
kutatap dirimu
dalam setiap tegukan kopi
ku tahu kau menelan kenyataan
dalam setiap isapan rokokmu
kutahu kau katakana betapa kau cinta padaku
dalam setiap hembusan asapmu
ku tahu kau betapa menginginkanku
dan dibawah anggur merah
kau ingin berteriak
senja berganti petang
aku belum beri kau isyarat
bukan karena syal yang kau balutkan
atau jaket yang kau pinjamkan
ataupun anggur merah yang kuteguk
kehangatan yang begitu dalam
jauh, di dasar lubuk hati
menjalar
mengalir
dalam darah
dalam hembusan nafas
kehangatan jiwa
beri bahagia
beri damai
begitu nikmat dan nyaman kurasa
kehangatan yang teramu dari
kejujuran
tulus hati
cinta
kasih sayang
Aku tahu
Kau ingin nampak sempurna
Lakukan yang terbaik
Tanpa cela sedikitpun
Tapi satu hal,
Kesempurnaan
Tak akan beri arti
Tanpa
Kejujuran
aku sadar tak akan pernah bisa menggenggammu
kau bagai angin, tak nampak namun terasa
jika suatu saat kau harus pergi
tutuplah pintu itu
pamitanlah dengan senyum
mengetuk dengan sopan dan halus
menunggu
tersenyum
jangan beri aku cinta
atau hanya sekedar ucap & ungkap rasa suka
cukup kasih sayang yang tulus
jangan beri aku ciuman
aku hanya butuh pelukan
atau pinjamkan sesekali pundakmu untuk bersandar
sekedar tuk melepas gelisah
Tapi tataplah mataku
kau juga
cukup genggam erat tanganku
jangan beri aku lebih
titik bukan koma
bukan sampai jumpa
tapi cukup sampai disini
hembuskan nafas terdalam
tak usah ucap kata
diam pilihan yang tepat
kenangan tak usah disimpan
akan rusak saraf halus
tutup ! jangan sisakan ruang
hapus ! ambil lagi kertas kosong
goreskan indah warna dan lukis kembali
untuk sesuatu yang baru
semua akan baik-baik saja
mentari tetap bersinar
bumi tetap berputar
waktu tertap berjalan
lahir sendiri matipun sendiri
mereka hadir hanya mendukung
tuk semarakkan sandiwara hidup
semua akan berjalan sesuai cerita
dan baik baik saja
Apa yang mungkin terjadi dalam waktu 24 jam?
Apapun bisa terjadi.
Keberuntungan, kesuksesan, kebahagiaan, rejeki nomplok atau mungkin malah sebaliknya semua yang terjadi terasa buntung, gagal, atau kehilangan dan ditinggalkan orang terkasih. bisa juga satu hari itu dilewati dengan damai dan aman-aman saja.
“ seorang perempuan kalau sedang merasa senang dia tidak akan berteriak girang namun hanya tersenyum penuh arti, begitupun saat kesedihan menghampiri dia tak akan tenggelam dan hanyut, namun segera bangkit mencari pemecahan”
masuk menelisik menuju yang terdalam
bersemayam dan mengendap dalam lubuk.
datang dan pergi bagai sebuah musim
sisakan rindu di hati tuk dinanti
terbang tertiup angin
kembali terbawa masa
tak selamanya dapat kugenggam
hanya sisakan harapan yang selalu kurindu
resah saat penantian tak kunjung tiba
indah ketika dia kembali menyapa
merindu
mendambakannya
entah esok akan terasa sama
atau hanya hampa
angin tuntunlah tuk ikuti hembusanmu
menemui harapan memupuk rindu
agar bisa rasakan hal yang sama
tak akan ingkari
atau bersembunyi
dan takut
aku berani
mengetuk pintumu
menengadah
menyapamu
tanyakan jalanku
aku siap atas jawabanmu
tulus, iklas dan berserah
menerima segala hendak
kuyakin kau tak akan siakan aku
malam kian pekat
aku masih terduduk di bangku panjang stasiun
menanti kereta terakhir yang lewat
berharap kau ada disana
entah sudah berapa puisi yang tercipa
terangkai dalam indah dan perihnya kata
mengenang cerita lalu tentang kita
dalam bangku panjang stasiun
tak ada kereta lagi yang datang
dingin telah menusuk tulang
syal merah kukalungkan
beri dekapan hangat
mentari telah merekah
kau tak ada di kereta terakhir itu
Tapi bukan olehmu
kau isi satu sudut saja
dirasakan olehnya sudah penuh
dan kau dihamba penuh sahaja
Padahal bagimu dia tak cukup sempurna
Tak cukup indah untuk kau bawa
Tapi tetap kau tempati sudut kecil itu
aku datang tuk isi sisa sudut yang lain
tak diberikan ruang sedikitpun
ruang itu akan tetap kosong
hanya disisakan untukmu
aku melihat dia sempurna
dan aku ingin isi dengan penuh
pergilah kau dari sudut kecil itu
agar aku bisa isi dengan utuh